oleh

Kades Bawomataluo Laporkan 2 Warga Yang diduga Pelempar Kantor Desa di Polres Nisel

NISEL-SUMUT|wartaposgroup.sumut.co.id Dua Warga Desa Bawomataluo Kecamatan Fanayama yang diduga melempar kantor Kepala Desa Bawomataluo resmi dilaporkan oleh Kades Teruna Wau di Polres Nisel, dengan Nomor STTLP/79/VI/2020/SPKT*A*/SU/RES-NISEL tertanggal 25 Juni 2020 dan Nomor LP/89/VI/2020/SPKT*A*/SU/RES-NISEL tanggal yang sama.

Hal ini disampaikan oleh Kades Bawomataluo kepada sejumlah media di kediamannya, Rabu (30/6/2020).

“Ya, benar saya telah melaporkan kedua pemuda Desa Bawomataluo yang berinisial ‘RM’ dan ‘JM’ ke Polres Nias Selatan hari Kamis 25 Juni 2020 yang lalu, ucap Kades

Kedua oknum yang dilaporkan di Polres Nisel itu, diduga melempari kantor Kepala Desa Bawomataluo dengan menggunakan batu sekitar pukul 08.00 Wib pagi, Kamis (25/6/2020), “Kata Kades.

Kepala Desa Bawomataluo, Teruna Wau, menjelaskan bahwa peristiwa itu berawal saat dirinya dan aparat Desa sedang mengvalidasi data warga Bawomataluo calon penerima BLT – DD dan BST dari Kemensos RI pada hari Rabu, 24 Juli 2020 sekitar pukul 21.00 Wib malam hari.,”jelas Kades.

Pada saat itu terdengar suara pemuda yang sedang bernyanyi didepan Balai Desa dengan jarak kantor Kades kurang lebih 50 meter, tapi nyanyian mereka sangat aneh dengan meneriakan kasar, yaitu : Kepala Desa Bawomataluo Ulang Tahun, Kepala Desa Bawomataluo Ulang, dan He Kepala Desa Bawomataluo he…!, “bebernya kepada media.

Kata Dia, pada saat itu salah seorang aparat desanya yang berinisial “TM” membeli rokok dikedei dan menghampiri mereka dan menegur ” Apa itu bro”, lalu mereka jawab ” minta maaf malam ini saja bang”.sahut Pemuda yang bernyanyi- aneh menurut Kades Teruna Wau.

Lalu TM bilang janganlah teriak-teriak dan nyanyi seperti itu, kok yang diteriakin Kepala Desa, Ulang Tahun Kepala Desa Bawomataluo.

Pada saat itu sampai 2 kali TM menghapiri mereka dalam teriakan kepala Desa Bawomataluo, “Ulang Tahun Kepala Desa Bawomataluo, usai ditegur oleh TM, diulangi lagi dengan bahasa yang sama.,”Cetus Kades.

Ketika saya tidak gubris nyanyian kotor itu, mereka ( RM dan DN) mendekat didepan rumah adat besar, dan kembali lagi mereka menyanyi dan meneriakkan lagi “Kepala Desa Bawomataluo, Ulang Tahun Kepala Desa Bawomataluo.,”tutur Teruna Wau.

“Karena saya sudah orang tua, apalagi saya Kades, tetap mengendalikan emosi, dan pada saat itu mulai berdatangan warga untuk melihat orang yang teriak itu, mungkin karena mereka terganggu apabila sudah mulai larut malam, Ucapnya!

Lalu, spotan saya (Kades) menghampiri mereka ditempat itu, dan saya bilang kemereka “apa salah dan dosa saya sama kalian”?, tapi jika mereka punya etika baik mungkin mereka minta maaf, Ucapnya!

Bahkan pada saat itu, Kata Dia ketika bertanya apa salah saya, RM kembali lagi mengeluarkan kata kotor dan maki – maki sambil mendekati saya, dan hampir kena mulutnya dimuka saya, lalu saya pulang lagi ke kantor, dan warga sudah ramai dilokasi.,”Jelas Teruna Wau.

Lebih lanjut, Teruna Wau menyampaikan bahwa sekitar pukul 08.00 wib pagi hari, pas ada tamu saya 2 orang untuk menanyakan kronologis kejadian malam itu, baru mau bercerita ada teriakan – teriakan ancaman ” Turun kau kepala desa Teruna Wau”!

Waktu itu RM bersama adeknya sedang berdiri diatas batu depan kantor Kepala Desa untuk melampiaskan emosinya “RM” mengambil batu dan melempar Kantor Kepala Desa, dan batu tersebut mengena dipapan merk pemdes, tandasnya!

Tidak puas lagi itu, RM dan JM melampiaskan lagi emosi dipapan informasi desa dengan menumbuk beberapa kali, Ucap Kades!

Tiba – tiba siang kemaren, Selasa (30/6/2020) kata Dia membaca diberita bahwa saya langsung menganiaya mereka tanpa basa – basi, apa logis, apa iya, saya lakukan pemukulan tanpa sebab., ia merasa heran dan aneh.,”ucap Kades Teruna Wau.

Saya kecewa terhadap pemberitaan seperti itu, sebab tanpa dikonfirmasi, tanpa kroscek, tentu mereka menyampaikan kemenangannya, walaupun bulan ke saya, kan ada saksi sebab warga pada saat itu sudah ramai, Pungkasnya.

Juga disampaikan oleh salah seorang warga Desa Bawomataluo yang berinisial “TM” kepada LiniPost saat dikonfirmasi bahwa pihaknya 2 kali menegur RM dan DN saat menyanyi dan meneriakkan “Kepala Desa Bawomataluo dan Ulang Tahun Kepala Desa Bawomataluo.

“Saya 2 kali menegur mereka dengan teriakan yang tidak bagus itu, yaitu Kepala Desa Bawomataluo, Ulang Tahun Kepala Desa Bawomataluo”, Tuturnya!

Bahkan mereka mendekat didepan rumah adat besar dekat kantor Kepala Desa, dengan meneriakan hal yang sama, Ujarnya!

Terkait pelemparan kantor Kepala Desa Bawomataluo itu, juga salah seorang aparat desa yang berinisial “AL” membenarkan kejadian pelemparan dan penumbukkan papan informasi desa itu.

“Pada saat itu saya berada dilokasi dimana RM melempar Kantor Kepala Desa Bawomataluo itu, dan pada saat itu bersamaan dengan adeknya”, ucap Kades kepada media.

Mereka tidak puas, lalu mereka melampiaskan emosinya dipapan informasi desa dengan menumbuk berulang-ulang kali, dan sambil meneriakkan ” Hei..Kepala Desa, Keluar Kau, Kalau Kau Jantan, Ucapnya!

Dan yang paling kasar, kata Dia adalah teriakan kata – kata kasar sehingga membuat masyarakat resah terhadap perilaku itu., Sambil mengakhiri.(Suasana H.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed