oleh

Kapolres Nisel Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

NISEL-SUMUT|wartaposgroup.co.id Dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 73, Kapolres Nias Selatan AKBP I Gede Nakti Widhiarta, SIK membedah rumah salah seorang warga kurang mampu yakni Fangandro Giawa Alias Ama Yana (68), penduduk Dusun III Sitoluewali Desa Lolowau Kecamatan Lolowau Kabupaten Nias Selatan.

Usai rumah tersebut dibedah, Kapolres kemudian didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Nias Selatan, Nyonya I Kadek Nakti Widhiarta, Kasat Bimas Iptu P Silalahi, SH, Kapolsek Lolowau, Iptu A. Yunus Siregar, Kasubbag Humas Polres Nisel Brigpol Dian Octo Tobing, sejumlah personil Polres dan Polsek Lolowau serta beberapa ibu-ibu Bhayangkari Nisel menyerahkan kunci rumah tersebut kepada Fangandro Giawa pada Senin, (17/6/2019) di Dusun III Desa Lolowau.

Hadir saat itu,  Pj Kades Lolowau Temaziduhu Buulolo, penangungjawab bedah rumah, Eliman Laia.
Kapolres Nisel kepada wartawan mengatakan, bedah rumah itu dilakukan karena merasa peduli dengan rumah yang dihuni warga tersebut dimana kondisinya sangat memprihatinkan.

“Alasan melakukan bedah rumah ini karena sebagai bentuk bakti sosial saya kepada warga Desa Lolowau dimana saya menemukan seorang bapak-bapak yang tinggal sendiri dirumah yang kondisinya tidak layak huni sehingga saya berinisiatif untuk memberikan bantuan berupa bedah rumah kepada bapak tersebut. tujuannya, supaya bapak tersebut dapat tinggal ditempat yang lebih layak lagi,”tuturnya.

Sebagai umat manusia, terangnya, kita harus memiliki rasa kepedulian terhadap sesama dan dengan bapak itu menempati rumah yang layak huni maka bisa terjaga kesehatannya.
“Mudah-mudahan dengan kita memberikan tempat tinggal yang lebih layak sehingga kesehatannya terjaga dan bapak itu juga merasa nyaman untuk menjalani hidupnya,”pungkasnya.

Tak hanya bedah rumah, orang nomor satu di jajaran Polres Nisel itu juga turut memberikan tali asih kepada orang tua yang sudah berumur itu.
Sementara, menurut warga sekitar, Fangandro Giawa yang tinggal sendirian memiliki 5 orang anak namun 3 orang sudah meninggal dan 2 lagi masih hidup yakni 1 perempuan dan telah menikah kepada warga Gido dan anaknya yang satu lagi yakni laki-laki sedang merantau di luar Daerah.

Menurut keterangan Pj Kades Desa Lolowau Temaziduhu Buulolo, memang sebelumnya Fangandro Giawa pernah memiliki rumah namun akibat bencana alam, rumahnya itu rusak parah.  “Ada sekitar setahun lebih bapak itu menghuni tempat yang tidak layak huni itu,”sebutnya.(suasana h.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed