oleh

Kunjungan Kemendagri RI Ke Pulau Nias Berharap Membawa Perubahan

NISEL-SUMUT|wartaposgroup.co.id Pernyataan Aspirasi Masyarakat Kepulauan Nias yang dibacakan Tokoh Masyarakat Nias Selatan Sidiadil Harita,S.Sos.,M.A, pada kunjungan Mendagri Tito Karnavian, di halaman Desa Bawomataluo Kecamatan Fanayama. Senin, 9/12/2019.

Aspirasi Masyarakat Kepulauan Nias itu secara khusus Tokoh masyarakat Nias Selatan, yang di tunjukan kepada Mendagri Tito Karnavian, “bahwa Kepulauan Nias secara geografis adalah Garda terdepan di bagian Barat wilayah NKRI yang masih menyandang predikat 3 T,(Terdepan Terluar Tertinggal dan Terisolir).

Lalu, Kepulauan Nias termasuk dalam kategori kebijakan pertimbangan kepentingan strategi Nasional sesuai yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014.

Alasan Pertama ialah, sebagai Pulau terluar, daerah perbatasan yang berhadapan langsung dengan samudra Hindia, dan berpengaruh pada kepentingan Nasional dan Keutuhan NKRI.

Juga, Kepulauan Nias terdiri dari 132 Pulau, 30 Pulau terhuni dan 120 tidak terhuni, sangat rawan terhadap ancaman penyusupan yang dapat mengganggu kepentingan Nasional dan Keutuhan NKRI.

Selain alasan tersebut, Kepulauan Nias memiliki potensi perekonomian yang unggul di bidang pariwisata kelas dunia, juga di bidang perikanan yang sangat kaya, sangat indah sumber daya lautnya dan tanah yang subur.

Ditambah lagi, Kepulau Nias selama ini, kerukunan antar umat beragama, sangat kondusif dan saling toleran dalam menjalankan Ibadah Agama masing-masing.

Pembentukan menjadi calon provinsi sejak tanggal 2 Februari 2019. dan telah dilakukan penyusunan kajian akademik oleh konsultan yang direkomendasikan oleh Kemendagri di Jakarta.

Saat itu, telah mendapat rekomendasi dari Dewan Perwakilan Daerah atau DPD Republik Indonesia, dan telah dibahas bersama dalam rapat komisi 2 DPR RI. dengan pemerintah bersamaan dalam pembahasan 65 RUU calon DOB.

Dimana Kepulauan Nias dinyatakan memenuhi syarat untuk dibentuk menjadi satu Provinsi namun pada sidang paripurna DPR RI tanggal 20 September 2014 ditunda penetapannya karena akibat situasi konstelasi politik pada waktu itu.

“Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias merupakan suatu hal yang mendesak dan tidak perlu ditunda-tunda, serta memperoleh kesejahteraan yang layak adalah hak setiap warga negara, sehingga Provinsi Kepulauan Nias, dapat memberi kontribusi secara maksimal sebagai Garda terdepan bagian Barat wilayah NKRI yang mampu menghadapi segala jenis ancaman yang datang dari luar.

Dengan penuh sukacita kami masyarakat Kepulauan Nias menyambut baik berkenan kunjungan kerja Bapak Menteri Dalam Negeri RI  Tito karnavian, yang begitu cepat merespon aspirasi masyarakat Kepulauan Nias, tidak berlebihan bahwa kunjungan kerja perdana Bapak Mendagri selama periode pemerintah Presiden Jokowi ke Nias, membawa semangat baru bagi perjuangan masyarakat Kepulauan Nias, untuk terwujudnya Pembentukan provinsi.

Para tokoh masyarakat Nisel, mengucapkan terimakasih dan apresiasi, setinggi-tingginya, kiranya tuhan yang maha kuasa menganugerahkan, kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan Tugas Negara dan Bangsa.

“Aspirasi ini kami sampaikan untuk menjadi bahan pertimbangan, dan mengharapkan kiranya pemerintah pusat berkenan mengabulkan-Nya.(Suasana H.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed