oleh

Oknum Ketua Aktifis Asahan di OTT Polisi

ASAHAN-SUMUT|wartaposgroup.co.id Seorang pria bernama Guntur Alamsyah Lubis, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh petugas Kepolisian Resor Asahan, jumat 02/08/2019, karena melakukan pemerasan terhadap seorang pegawai kantor dinas perikanan kabupaten asahan, provinsi sumatera utara.

“Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan berawal dari informasi yang diterima,  pada hari Kamis 01/08/2019. “tersangka guntur menghubungi Ruslan, salah seorang staf honorer di dinas perikanan kabupaten asahan, lalu meminta nomor handphone Ahmad Kamrizal, pegawai di Dinas perikanan tersebut.

Kemudian pada hari jumat 02/08, tersangka Guntur menghubungi Ahmad dan mengajak bertemu untuk membahas aksi demo yang akan dilakukan oleh Guntur di kantor dinas perikanan kabupaten asahan. tersangka guntur kemudian sepakat bertemu dengan Ahmad di sebuah kafe jumat sore.

Pada saat bertemu, Guntur yang juga merupakan ketua Gempata (gerakan mahasiswa pelajar asahan tanjung balai dan batubara) ini, meminta paket kerjaan di dinas perikanan karena sudah membatalkan aksi demo yang seharusnya dilakukan pada hari jumat 02/08. namun Ahmad melakukan negosiasi dan menawarkan uang 300 ribu rupiah kepada Guntur. tawaran tersebut ditolak oleh tersangka dan mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa.

“Jadi tersangka Guntur pada saat mereka bertemu, meminta uang 10 juta rupiah sebagai imbalan karena aksi demo yang sudah direncanakan tidak jadi dilakukan. kemudian saat itu juga, Ahmad memberikan uang 5 juta rupiah kepada Guntur dan mengatakan sisa nya akan diserahkan hari rabu pekan depan.

Aksi tersebut anggota polres asahan sudah mendapat laporan dan melakukan pengintaian, dan menangkap tersangka Guntur beserta barang bukti uang 5 juta rupiah,  1 lembar surat pemberitahuan unjuk rasa, serta 2 unit handphone”, ungkap Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. didampingi Waka Polres, Kabag Ops, Kabag Sumda dan Kasat Reskrim, saat melakukan temu pers di mapolres asahan, senin (05/8).

Selanjutnya untuk mempertanggung jawabkan perbuatan-nya, tersangka akan di jerat dengan Pasal 368 Subsider Pasal 335 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun. Saat ini pelaku masih dalam proses pemeriksaan intensif di Polres Asahan.,”tutur Faisal(tim/sh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed