oleh

Pemerintahan HD-Sanolo Membawa Perubahan Di Nisel

NISEL-SUMUT|wartaposgroup.co.id Dalam 3 tahun lebih kepemimpinan bupati dan wakil bupati nias selatan (Nisel), Dr. Hilarius Duha, SH.,MH dan Sozanolo Ndruru Periode 2016 – 2021 ada sejumlah capaian kerja yang telah di raih oleh pemerintah kabupaten nias selatan saat ini.

Hal yang di dapat tersebut di ketahui dari setiap pemaparan organisasi perangkat daerah (OPD) yang mereka pimpin, pemaparan itu melalui baliho yang di pajang dilapangan orurusan telukdalam saat perayaan HUT kabupaten nias selatan yang Ke-16 tahun 2019 tanggal 29/7/2019 baru-baru ini.

Dari data yang dihimpun media ini, pertama dimulai TA. 2016 sampai 2019, diantaranya : dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) nisel, yaitu Bidang Bina Marga (2016) membangun jalan sepanjang 190,1 Km, Jembatan 4 unit, Bidang Sumber Daya Air (2016) membangun saluran 3. 550 Meter, Bendung 3 Unit, Air Bersih 5 Desa, dan Bidang Tata Ruang dan Pembinaan Jasa Konstruksi, membangun instalasi pengelolaan air limbah sebanyak 15 desa penerimaan manfaat.

Ditambah tahun 2017, dinas PUPR melaui Bidang Marga membangun jalan sepanjang 207,53 Km, dan Jembatan 3 Unit, Bidang Sumber Daya Air membangun saluran 3.218 Meter, Bendung 5 Unit, dan Air Bersih 7 Desa, dan Bidang Tata Ruang dan Pembinaan Jasa Konstruksi membangun Instalasi pengelolaan air limbah 17 Desa penerima manfaat.

Selain dari pada itu, tahun 2018, Dinas PUPR Nisel melalui Bidang Bina Marga, kembali membangun jalan sepanjang 231,73 Km, jembatan 3 Unit, Bidang SDA membangun saluran 1.824 Meter, Bendung 5 unit, dan Air Bersih 5 Desa, untuk Bidang Tata Ruang membangun instalasi limbah 20 Desa, penataan lapangan orurusa, serta pembangunan drainase dipantai sorake.

Sedangkan pada TA. 2019, Dinas PUPR melalui Bidang Bina Marga menargetkan pembangunan jalan sepanjang 281,96 Km, target jembatan 5 unit, dan Drainase 1 Paket, dan Bidang SDA menargetkan pembangunan daerah irigasi 6.482 Meter, Bendung 4 unit, target air bersih 5 Desa, Bronjong 110 Meter, dan Pansimas ditargetkan sebanyak 25 Desa, sedangkan Bidang Tata Ruang menargetkan Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air limbah sebanyak 16 Desa penerima manfaat, penataan lapangan orurusa, dan penataan pantai sorake.

Dilanjutkan dengan capaian “Dinas Pendidikan, khususnya Pembangunan Sarana dan Prasarana Sekolah sejak 2016 – 2018 SD dan SMP, yaitu Dinas Pendidikan telah membangun kembali Gedung SD 1 dan SD 2 Teluk dalam, Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 173 ruang, pembangunan rumah dinas guru sebanyak 135 Unit, Pengadaan Koleksi Perpustakaan sebanyak 127 Paket, pembangunan Laboratorium IPA sebanyak 6 ruang, Rehabilitasi Ruang Kelas sebanyak 176 ruang, dan pembangunan Jamban sebanyak 9 unit.

Kemudian, untuk TA. 2019 sesuai hasil konfirmasi beberapa Wartawan kepada Kabid PTK diruang kerjanya belum lama ini, Y. Lase mengatakan bahwa untuk TA. 2019, Dinas Pendidikan menganggarkan pembangunan sarana pendidikan berkisar 40 Miliar, Ucap Lase!

Juga OPD lain, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perakim) Nisel dan juga memaparkan capaiannya, dalam Baliho tersebut Dinas Perakim menguraikan capaian, diantaranya : Pembangunan Rumah Dinas Jabatan sebanyak 1 unit, pembangunan kantor camat, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (TLH), pembangunan baru (Blacklog) rumah TLH, pembangunan drainase dan tembok penahan, pembangunan Sarana Air Bersih (SAB), kegiatan indotifikasi kawasan perumahan dan kawasan permukiman kumuh, dan rancangan PERDA RP3KP.

Dinas Kesehatan Nisel juga memaparkan capaiannya melalui Baliho tersebut, diantaranya TA. 2017, sarana dan prasarana yaitu Pembangunan Puskesmas Pulau – Pulau Batu, Pembangunan Rumah Jabatan (Dokter, Bidan, dan Perawat) dipuskesmas Simuk, Tello, Labuhan Hiu, Hilianombasela, Teluk dalam, dan Hilisalawa ‘ahe, Pengadaan Mobil Ambulance sebanyak 10 unit, Pusling Roda 4 sebanyak 20 unit, dan Pusling Roda 2 sebanyak 42 Unit.

Selain dari itu juga TA. 2018, Dinkes Nisel melanjutkan pembangunan puskesmas Onolalu, Ulususua, dan Hilisalawa ‘ahe, Rehab Gedung I, II, dan III RSUD Lukas Hilisimaetano, Pembuatan Sarana Air Bersih di Puskesmas Luahagundre, Lahusa, Ulususua, Hilisimaetano, Hilisalawa ‘ahe, Hilimegai, dan Somambawa.

Lebih lanjut, Untuk TA. 2019 Dinkes membangun Puskesmas Hilisataro, Hilizalo’otano, dan Amandraya, Pembangunan Rumah Jabatan (Dokter, Bidan, Perawat) dipuskesmas Hilisataro, Hilizalo’otano, dan Amandraya, Pembuatan Sarana Air Bersih dipuskesmas Hilisataro, Hilizalo’otano, dan Amandraya, Pengadaan Ambulance dipuskesmas Hilisataro, Hilizalo’otano, dan Amandraya, pengadaan Alkes untuk puskesmas Hilisataro, Hilizalo’otano, dan Amandraya, pengadaan puskesmas keliling air untuk puskesmas kepulauan.

Sementara dalam pelayanan kesehatan TA. 2018, Dinkes berhasil mendapatkan 9 Akreditasi dengan 8 Predikat Dasar dan 1 Predikat Madya yang diraih oleh Puskesmas Hilisimaetano dan merupakan salah satu puskesmas model diseluruh indonesia, Pendataan Keluarga Sehat diwilayah puskesmas kab. nisel, meningkatnya pelayanan pos pembinaan terpadu Penyakit Tidak Menular (PTM) disetiap Puskesmas.

Selain itu, juga Dinkes mengobati pasien gangguan jiwa sebanyak 6 orang dan terlapor sebanyak 16 orang, capaian penemuan kasus TB Paru sebanyak 204 pasien pada tahun 2018 dan yang dinyatakan sembuh 81 orang yang lainnya dalam proses pengobatan lanjutan, pengobatan kasus Gigitan Hewan Penular Rabbies (GHPR) 100 % dari 241 kasus gigitan, Capaian Imunisasi Measles Rubella ( MR) 97 %, Capaian Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebanyak 124 Desa, Desa Stop BABS sebanyak 6 Desa terverifikasi, Akses Sanitasi 24,89 % per mei 2018, Penempatan Tim Nusantara Sehat dipuskesmas, meliputi Puskesmas Tello, Hibala, Lolomatua, dan Tim Individu dipuskesmas Tello, Hibala, Hilisalawa’ahe, dan Mazo.

Selanjutnya 2019, Jumlah Peserta PBI APBD Nisel mencapai 9.441 Jiwa, Peningkatan Pelayanan Kesehatan dengan fokus kepada Promotif, Preventif, dan Kuratif yang berdasarkan Standar dan SOP, kegiatan inovasi dan pembinaan satu desa percontohan oleh setiap puskesmas, Menciptakan Gerak Senam Germas dengan lagu bahasa nias oleh setiap puskesmas, terwujudnya jaminan persalinan dipuskesmas dan rumah sakit rujukan, Presentase Gizi buruk yang telah teratasi sebesar 83%, lanjutan kegiatan pendataan keluarga sehat diseluruh puskesmas, Akses Sanitasi 38,05 % per juli 2018, dan pengobatan kasus GHPR 100 % dari 117 gigitan per mei 2019.

Juga Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Nisel memaparkan capaian dalam Baliho itu, mulai 2016 – 2018, diantaranya : Implementasi Aplikasi Simda Keuangan BPK RI se Kabupaten Nias Selatan, Meningkatkan Penerima Pendapatan Daerah (PAD), dan Penetapan APBD Tepat Waktu, dan untuk 2017 melaksanakan implementasi Aplikasi Cash Management System (CMS) Kas Daerah Kab. Nisel, Meningkatnya Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2017, penetapan APBD Tepat Waktu .

Tahun 2018 BPKPAD melakukan Implementasi Online Aplikasi Simda Keuangan sekabupaten nisel & Transaksi Non tunai, Kinerja Kemitraan terbaik I BPJS kesehatan RI TA. 2018, penerimaan terbaik penyetoran Iuran wajib tepat waktu dan tepat jumlah Triwulan I, II TA. 2018 BPJS kesehatan, pengembangan Aplikasi Persediaan Berbasis WEB, Penetapan APBD Tepat Waktu, Tertibnya Pengelolaan Barang Milik Daerah, dan Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) BPK RI atas laporan keuangan Pemda Nisel 2018.

Juga dalam Baliho itu, BPKPAD Nisel memaparkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sejak Tahun 2016 – 2018, yaitu Target PAD 2016 Rp. 14.110.806.475 dan terealisasi mencapai Rp. 16.263.067.492, dan 2017 menarget PAD Sebesar Rp. 16.660.411.140 dan realisasinya Rp. 18. 617.510.410, dan untuk 2018 BPKPAD menargetkan PAD sebesar Rp. 21.079.236.300, dan realisasi nya mencapai Rp. 19.435.770.052.

Tampak dalam paparan Capaian Dinas Pariwisata pada Baliho itu adanya penambahan kunjungan wisatawan di Nias Selatan terus menerus setiap tahun, baik Wisatawan Nusantara maupun Wisatawan Mancanegara. Dalam data itu Dinas Pariwisata mencatat bahwa sejak tahun 2014 sampai 2018, yaitu Tahun 2014 Kunjungan Wisatawan Nusantara sebanyak 18. 073 dan Wisatawan Mancanegara sebanyak 1.755, Tahun 2015 Kunjungan Wisatawan Nusantara sebanyak 25.819, dan Wisatawan Mancanegara 2.507, dan Tahun 2016 kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 30.567, dan wisatawan mancanegara sebanyak 3.143.

Untuk Tahun 2017, Kunjungan Wisatawan Nusantara mencapai 54.199 dan Wisatawan Mancanegara mencapai 3.243, dan Tahun 2018 kunjungan wisatawan nusantara mencapai 56.119, dan Wisatawan Mancanegara mencapai 5.173.

Juga Disbudparpora Nisel membangun sarana dan prasarana pariwisata, seperti pada tahun 2017, Dinas Pariwisata Merenovasi Gedung Pavillium Pemkab. Nisel di PRSU Medan, dan 2018 membangun Gazebo didaerah tujuan wisata, pembangunan toilet didaerah tujuan wisata, pembangunan Gapura Identitas dipantai sorake, dan pembuatan rambu petunjuk arah kawasan daya tarik wisata.

Dan tahun 2019 juga dibangun tourist information center, kios cenderamata, Gazebo didaerah tujuan wisata, toilet didaerah tujuan wisata, pembuatan Gapura Identitas di Bawomaetaluo, dan pembangunan Diving Center.

Event Promosi Pariwisata yang telah dilaksanakan, antara lain, Nisel Open Surfing Championship 2017, Malam Pesona Nisel (PRSU 2017,2018), Kejuaraan Surfing Internasional WSL Nias Pro 2018 QS 1000, Nias Yacht Rally 2019

Juga membuat pelatihan – pelatihan untuk meningkatkan SDM Pariwisata, seperti : Pelatihan Sadar Wisata, Pemandu Wisata, Balawisata (Lifeguard), Pelatihan Pengelola Homestay, dan pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata.

Juga Dinas Pariwisata berhasil meraih SK Mendikbud Tahun 2017 tentang Penetapan Bawomataluo sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional, dan SK Menkumham Tahun 2019 tentang pencatatan inventarisasi intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional Kab. Nisel : ” Fahombo Batu (Lompat Batu), Faluaya (Tari Perang), serta Perda No. 5 Tahun 2018 tentang rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Kab. Nisel 2017 – 2025.

Sementara Capaian Kerja Dinas Kominfo yaitu Nisel : Pembentukan Pejabat Pengelola Informasi & Dokumentasi (PPID), fasilitasi peningkatan SDM bidang jurnalistik, Layanan Infrastruktur jaringan internet, pengadaan server E-Goverment, Sosialisasi Internet Sehat untuk Dunia Pendidikan, Sosialisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Konferensi Pers, Focus Group Discussion ( FGD) bidang pertanian, Government Public Recations (GPR) melalui liputan kegiatan pemerintah daerah, dan Fasilitasi Pembangunan BTS Blank Spot & Visat.(tim/sh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed