oleh

Sejumlah CPNS Bidan PTT Pusat di Nisel Hingga Kini Belum Terima SK

NISEL-SUMUT|wartaposgroup.co.id Diperkirakan seratusan Bidan PTT Kemenkes Pusat yang telah terangkat menjadi CPNS,  pada tahun 2017 di kabupaten nias selatan,  sampai saat ini belum menerima SK Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menurut informasi yang dihimpun media ini di lapangan, ada 244 PTT Kemenkes yang ditugaskan di kabupaten nias selatan, dan telah terangkat jadi CPNS namun hingga kini belum menerima SK PN. selain dari itu, tetapi ada juga 6 orang tenaga dokter yang diangkat menjadi CPNS tetapi belum juga menerima SK PNS.

Sejumlah CPNS tersebut dari PTT Kemenkes pengangkatan dari  pusat kepada sejumlah media yang enggan nama mereka tidak ditulis, Rabu, 24/07/2019 mengakui jika hingga saat ini belum mereka terima SK PN. Padahal, mereka sudah mengikuti Diklat Prajabatan.,”heran dan seakan bertanya.

Ditempat terpisah, menurut informasi yang beredar, lambatnya penyerahan SK PN itu kepada CPNS  Bidan PTT Pusat, diduga karena adanya pungutan  biaya kepada masing-masing CPNS sebesar Rp. 1 Juta perorang.

Sementara, Kepala BKD Nisel saat dikonfirmasi terkait informasi ini melalui Kabid Pengadaan dan Pemberhentian Erlina Harefa di Ruang Kerjanya, Jalan arah Lagundri-Sorake Km 5, Fanayama, Rabu, (24/7/2019) membantah informasi pungutan biaya itu.

Ia mengatakan bahwa SK PN 244 bidan dan 6 dokter CPNS dari PTT Kemenkes pengangkatan dari Pusat itu, sudah selesai ditandatangani oleh kepala BKD Nisel termasuk SK PN 14 orang CPNS Penyuluh Pertanian pengangkatan pusat serta 251 orang CPNS GGD pengangkatan dari Pusat.

“Informasi pengutipan itu tidak benar.  tidak ada saya minta itu. nggak ada itu. dihadapkan aku sama bidan siapapun silahkan, aku ngk ada minta. aku tinggal menunggu aba-aba, kapan dibagi kata pak bupati bagi, “sama seperti SK CPNS kemarin. saat ini pak bupati lagi di luar Daerah,”tandasnya.

Sementara menurut dia, keterlambatan penyerahan SK PN tersebut kepada para CPNS. itu juga,  lantaran jaringan tidak bagus serta aplikasi juga kadang error sehingga barcod baru bisa didapatkan setelah datanya diremajakan terlebih dahulu.(tim/suasana h.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed