oleh

Warga Desa Eho Sofayo Ucapkan Terimakasih Kepada Pemkab Nisel dan Kemensos RI

NISEL-SUMUT|wartaposgroup.co.id Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan, Melalui Dinas Sosial Nisel, mendapat perhatian khusus dari Kementerian Sosial Republik Indonesia ( Kemensos RI) 50 Kepala Keluarga dapat Bantuan Rumah Komunitas Adat Terkecil (KAT)

Hal itu disampaikan  Kadis Sosial Nisel, Intan Sani Haria kepada awak Media saat memonitoring  pembangunan rumah Komunitas Adat Terkecil (KAT) bersama Perwakilan Kemensos RI di Desa Eho Sofayo  Kecamatan Toma Kabupaten Nisel, Kamis 28/11/2019.

Intan Sani Haria, mengatakan, Untuk Desa Eho Sofayo ada 50 KK mendapat bantuan rumah dari kemensos RI melalui program Komunitas Adat Terkecil (KAT) dan bantuan ini pertama di Kabupaten Nisel yang penerimanya dari 33 kabupaten / kota se sumut.

Selain rumah yang diberikan Kemensos RI kepada penerima bantuan ini, juga akan dilengkapi jaminan hidup berupa alat – alat dapur ,dan kebutuhan lainnya serta pemberian bibit tanaman.,”tutur kadis Sosial.

Dia juga berharap, agar masyarakat khususnya kepada penerima bantuan tersebut ikut serta bergotong royong dalam pembangunan rumah itu, serta bisa menjaga para tukang dengan baik, sehingga para pekerja tersebut nyaman dalam bekerja.,”pintanya

“Saya berharap agar masyarakat menempati rumah tersebut dan memanfaatkan sebaik – baiknya.

Melalui Kasi Identifikasi Komunitas Adat Terkecil Kemensos RI, oleh Moh. Azi Martanto menjelaskan, Program Komunitas Adat Terkecil (KAT), telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres)  No. 186 Tahun 2014 tentang Pemberdayaan sosial terhadap KAT, lalu, Program ini ditunjukkan kepada sasaran masyarakat yang ada dipedalaman (terisolir), bebernya

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa, dalam beberapa tahun belakangan ini, Program Komunitas Adat Terkecil (KAT) ini, baru ada di Kabupaten Nisel, dan penunjukan lokasi ini (Eho Sofayo) di Kecamatan Toma, atas usul Pemerintah Provinsi Sumut dan ini dimulai dari Pemda Nisel, lalu, disaring di Pemprov sumut baru diusul kepusat.,”sebut Moh. Azi Martanto.

Sambung dia, ini harus melalui tahapan sesuai Perpres, terutama tahapan persiapan, baru dilakukan penjajakan, penataan sosial, penjajakan awal, studi kelayakkan, kemudian semi lokal.

“Inilah tahapan untuk memilih dan memilah bahwa kita memastikan betul sesuai lokasi yang akan kita berikan program adalah sesuai kriteria KAT.

Saat itu, Kasi Identifikasi Komunitas Adat Terkecil, juga berharap agar  para penerima manfaat dapat berpartisipasi untuk mendukung Program tersebut, serta menghidupkan rasa gotong royong karena merupakan Program pemberdayaan.

Pada kesempatan itu, salah seorang Perwakilan dari penerima manfaat mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat, provinsi sumut, dan terlebih – lebih kepada pemda nisel atas perhatiannya kepada kami.

Perhatian ini akan selalu kami kenang, dimana jika tidak ada bantuan ini, pasti kami tidak bisa membangun rumah seperti ini, mengingat pendapatan kami disini hanya cukup kebetulan sehari – hari.

Juga terpantau awak media, Kemensos RI dan Kadis Sosial Nisel yang didampingi oleh Kades Eho Sofayo membagikan sembako seperti beras, minyak, dan ikan asin, kepada penerima manfaat rumah Komunitas Adat Terpencil.(Tim/Suasana H.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed